Hotline: 031- 83 100 888, 0821 8983 5555 | E-Mail:

Proton Saga 1.3L Cocok untuk Anak Muda

28 Mei 2009

 — Anda punya uang sekitar Rp 125 juta, pengin punya mobil baru. Jumlah yang tanggung, jika ingin membawa pulang kendaraan populer. Katakanlah mini MPV seperti Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Akan jauh dari harapan lagi seumpama mengincar sedan hatchback New Honda Jazz, Toyota Yaris atau Suzuki Swift.

Enggak usah gusar, masih ada pilihan kalau tetap ingin sedan yakni Proton Saga dari Malaysia yang mengusung konsep retro car. Terutama bagian dalamnya, sedangkan eksterior tampak modern dengan gril dan airdam bercorak sarang lebah. Sehingga sedan negeri jiran ini tampil lebih sportif.

Interior yang berbau retro tidak seluruhnya. Seperti desain jok yang semi-bucket, tak cuma tubuh bisa ditopang dengan sempurna. Buat perjalanan jarak jauh pun badan tidak cepat pegal lantaran busa sangat empuk.

Hanya, ketika hendak mengoperasikan audio, badan dibuat sedikit menunduk alias lepas dari sandaran. Karena penempatan head unit agak ke bawah di konsol tengah. Trus, paket electric window pun hanya ada di bagian pengemudi, selebihnya masih menggunakan tuas dengan sistem putar.

Ya, untuk sebuah sedan seharga Rp 115 juta dengan perlengkapan seperti itu masuk akal. Bahkan kaca spion sudah elektrik sebagai perlengkapan standar.

Tenaga mobil saat dites, mesin berkapasitas 1.332 cc (1.3L), performanya bisa sedikit dibanggakan. Meski tanpa dilengkapi teknologi pengatur waktu bukaan katup dan lebih mempercayai pada variable intake manifold, toh untuk akselerasi 0-100 km/jam bisa ditembus 11,57 detik. Padahal, pabrik mengklaim 13 detik. Begitu juga kecepatan maksimum yang dipatok 160 km/jam. Dari hasil tes bisa menembus 180 km/jam.

Untuk konsumsi bahan bakar, Proton yang diajak melewati rute kombinasi mampu mencatat 10,97 kim/liter, sedang rute tol dicapai 16,12 km/liter. Ekonomisnya mesin Proton ini karena menggunakan teknologi throttle by wire.

Dengan tenaga maksimum 94 dk dan bobot kendaraan 1.035 kg, perbandingan gigi transmisi dibuat agak 'kasar'. Saat melaju 100 km/jam, takometer menunjukkan angka 3.300 rpm.

Sedikit mengejutkan, akurasi kemudi tajam dan mobil mampu dikendalikan dengan mudah saat mengalami gejala slip di jalan berkelok-kelok. Begitu pula dengan bantingan suspensi, begitu mantap dikendarai. (Dhany Ekasaputra)

Sumber :  KOMPAS.com