Kaca Film Antipeluru
10 Agustus 2009
RASA aman semakin hari semakin mahal. Hampir setiap hari warga kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, serta kota-kota besar lainnya, selalu disuguhkan berita-berita kejahatan. Tak jarang, sekelompok penjahat digambarkan nekat memecahkan kaca mobil atau bahkan langsung menembak dengan senjata api di tengah keramaian lalu lintas demi mencapai target tertentu.
Penjahat tidak peduli dengan jatuhnya korban jiwa. Meski demikian, ada juga korban yang akhirnya harus dirawat secara intensif dan dijaga secara ketat oleh polisi, seperti dialami Direktur Keuangan PT Asaba Paulus Teja Kusuma (45) yang ditembak orang tidak dikenal setahun silam.
Penembakan terjadi ketika korban terjebak kemacetan di depan Hotel Golden Truly di Jalan Angkasa, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Paulus harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Husada, Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat (Kompas, 7/6/2003).
Mencermati tindak kejahatan yang semakin marak, ditambah lagi gejala paranoid, kaca film antipeluru tampaknya menjadi kebutuhan mendesak bagi kalangan eksekutif. Kaca film itu sedemikian canggih pembuatannya sehingga mampu menahan peluru, kapak, balok kayu, ataupun besi.
Paling tidak, kaca film Inovata produksi Amerika Serikat (AS) diam- diam kini mulai beredar di pasaran Indonesia. Dari sisi fungsi, kaca film itu bukan hanya mengandalkan kenyamanan para penggunanya, tetapi juga mampu memberikan rasa aman.
Sebab, fungsinya melindungi dari benturan pada kaca akibat batu kerikil atau benda-benda lainnya dan mencegah luka serius pada kecelakaan. Juga, mencegah perampokan dan pencurian di kendaraan, rumah atau kantor, serangan teroris dan bom api (molotov), badai atau angin kencang.
"Kaca film itu tentu membuat rasa percaya diri kita semakin muncul sehingga kita tidak takut lagi terhadap penjahat yang menghadang kendaraan atau khawatir meninggalkan kendaraan, rumah, atau kantor," ujar Risnando, Manajer Pemasaran Kaca Film dari PT Prasindo Bakti Investama.
Sejauh ini, penggunaan kaca film model ini sudah mulai dimanfaatkan oleh para eksekutif dan ekspatriat yang tinggal di Indonesia. Sejumlah orang kedutaan pun menggunakan kaca film jenis ini demi memberikan rasa aman dan nyaman.
Untuk perhitungan harga, tampaknya kaca film itu tidak jauh berbeda dengan kaca film jenis lainnya. Seperangkat kaca film Inovata untuk mobil jenis sedan cuma sekitar Rp 3 juta. Tentunya, harga kaca film itu sangat tergantung jenis mobilnya.
DI Kongres Kepedulian Penduduk pada tanggal 23 Maret 2000, Aren Almon Kok dalam kesaksiannya menyatakan, saat bom dahsyat meledak di Kota Oklahoma tampak jelas bahwa banyaknya korban yang tewas dan luka parah itu karena terkena pecahan kaca yang beterbangan. Hal itu terjadi karena kaca bangunan tersebut tidak dilindungi atau tidak ada pencegahnya.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, terbukti bahwa kaca film Inovata yang memiliki ketebalan 7 milimeter dapat meredam musibah semacam itu. Sebab, ketika ada orang jahat menggedor kaca dengan menggunakan balok kayu, bom, atau menembakkan pistol ke arah kaca mobil atau rumah, kaca film itu dapat dapat menahan tekanan yang begitu kuat.
Mengapa? Kaca film itu dirancang hingga memiliki kelenturan seluas 25.000 psi (pound-force per square inch) atau setara dengan 1.702 atmosfer (1.725 Bar). Karena itulah, ketika kaca film itu dipecahkan sekuat tenaga, kelenturan kaca film itu mampu menahan pecahan kaca itu.
Dalam sebuah uji coba, jika kaca film itu dibentangkan sekuat tenaga, kaca film itu mampu menahan tubuh orang dewasa yang berdiri di tengah- tengahnya. Kaca film itu baru akan tembus atau bolong jika tingkat kelenturan sejauh 1.702 atmosfer sudah terlampaui.
Kondisi itu juga berlaku jika kaca film tersebut tertimpa getaran ledakan bom. Kaca mobil atau rumah itu paling tidak hanya menyebabkan retakan saja, lalu kaca film itu akan terlepas dari framenya serupa daun yang jatuh ke lantai. Ledakan itu tidak akan mampu menyebabkan pecahan kaca tersebut beterbangan dan melukai penggunanya.
Penggunaan kaca film Inovata juga dapat menolak sinar ultra violet hingga mencapai 99 persen dan juga panas sinar matahari hingga mencapai 70 persen, serta tingkat kenyamanan mencapai 73 persen.
Berdasarkan data laboratorium di AS, kaca film ini telah diakui sesuai dengan standar Osha Toxicology and Regulatory Compliance, The Department of Energy (DOE), American Society for Testing Materials (ASTM), American Society Standards Institute (ANSI), dan American Society of Metallurgists, Chemists, and Laminators (Aimcal).
Kaca film Inovata diklaim sebagai salah satu kaca film pengaman yang sekaligus juga penahan sinar matahari terbaik saat ini. Tentu, kecanggihan itu diakui untuk saat ini pula. (STEFANUS OSA TRIYATNA)