Grand Vitara Baru, Besar tapi Loyo
9 Juni 2009
Rasa penasaran untuk menjajal Grand Vitara 2.4 baru terus datang. Apalagi beberapa komentar negatif datang dari penggemar Grand Vitara sendiri terhadap generasi terbaru SUV Suzuki itu.
Akhirnya rasa penasaran itu pun terlampiaskan melalui sabuah dealer Suzuki di kawasan Jakarta Selatan. Ketika ada acar bertajuk "Discover with Suzuki Grand Vitara 2.4" maka kami pun langsung saja mencoba mobil seharga Rp299 juta untuk yang manual, dan Rp310 untuk yang bertransmisi otomatik.
Keluar kawasan dealer, kemacetan sudah menghadang. Tipe transmisi otomatik yang sengaja kami pilih memang rasanya sangat tepat jika SUV ini digunakan di dalam kota. Kaki kiri tak perlu repot menginjak pedal kopling dalam waktu yang lama, saat kondisi jalan sedang padat merayap.
KOndisi jalan sedikit kosong, saatnya pedal gas diinjak penuh! Ups! Tetapi ternyata, dahaga kami akan tenaga besar Grand Vitara ini tak terlampiaskan. Ada delay beberapa detik akselerasi saat pedal kami injak dengan kerja mesin menyentuh rpm tinggi. Sangat mengganggu. Ibarat keledai, meski sudah dipecut namun tetap tidak bisa berlari kencang.
Tenaga baru keluar beberapa saat setelah saya menahan posisi kaki kanan dipedal gas dalam kondisi injak penuh. Menggelikan memang, sebuah SUV dengan kapasitas mesin yang cukup mumpuni secara matematis, yakni 2.400 cc DOHC VVT 16 valve, namun boyo untuk diajak berakselerasi di putaran awal.
Beberapa mobil dengan cc mesin di bawah ini saja bisa melakukan tugas sempurna baik di putaran bawah maupun diputaran atas. Walau demikian, boleh diakui, ketika rpm telah lewat dari angka 4.000, tenaga 2.4L-nya langsung melonjak. Sayang kami tidak bisa terlalu lama menahan dalam kondisi seperti itu. Sebab situasi jalan siang itu sangat padat.
Memasuki daerah perumahan yang banyak terdapat polisi tidur dan kondisi jalan yang kurang rata, menjadi halangan kami untuk menguji kehandalan suspensi Grand Vitara ini. Dan benar saja, perbaikan pada sistem penahan kejut ini ternyata berfungsi maskimal.
Ruang kabin tak merasakan gucangan yang berarti kala melahap trek kurang rata bahkan polisi tidur. Malah, mengendarai SUV ini hampir senyaman sedan.
Hal ini selain muncul dari sosoknya luarnya yang sporty tapi tetap kalem, khas SUV dalam kota, serta sistem suspensi yang nyaman, kondisi interior pun dibuat mewah. Beberapa bagian dilebur nuansa wood panel, selain itu indikator panel-panel instrumen terpampang jelas. Yang menarik, ada pula indikator konsumsi BBM sesuai karakter mengemudi Anda.
Alat yang diletakkan pada dashboard ini bisa menjadi perhitungan seberapa ingin Anda berhemat BBM ketika menggunakan Grand Vitara. Sebuah fitur yang selama ini ada pada mobil-mobil premium.
Namun, terlepas dari kemewahan itu, Suzuki harus rela menghadapi SUV kompetitor yang lebih bertenaga dibanding Grand Vitara 2.4. SUV seharusnya menunjukkan karakternya yang bertenaga, bukan hanya sekedar body bongsor tapi loyo.
Sumber : Prasetyo Adhi - Okezone