Gas nitrogen pada ban (3)
15 Mei 2009
Gas nitrogen dipergunakan pada ban pertama kali, pada thn 1955 untuk Drag racing 402meter, karena untuk kecepatan tinggi dalam waktu kurang dari 5 detik, tetapi masih bisa meledak (beberapa kali terjadi di Amerika) disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: bahan ban, tekanan berlebih, gas yg kadaluarsa dan faktor dari luar seperti serpihan metal dijalan/trek, kualitas aspal dll. (sumber dari Drag magazine Amerika)
Pada Formula1 juga dipergunakan nitrogen, tapi masih bisa meledak seperti di tayangan televisi. pemakaian ban hanya 1kali race/maks(kalo ngga salah) 10 km langsung ganti tergantung trek panas atau tidak di recomendasikan dipakai berulang.
Untuk saat ini sedang mewabah di Indonesia pemakaian nitrogen pada ban, menurut saya perlu diwaspadai:
Pakai nitrogen belum tentu aman dari ban pecah, banyak faktor yg perlu dijaga, kecepatan, tekanan angin, kualitas ban, beban yg dibawa, gaya mengemudi.
Saya sering menemui kualitas ban memang bagus tetapi harus dilihat asal ban dan peruntukan-nya , misal ban BF GOODRICH dari Amerika khusus untuk dalam negerinya tidak untuk ekspor, dipakai di Indonesia, kenyataannya adalah ban lebih cepat Fatigue, pecah-pecah, dan pecah sendiri (saya alami sendiri dengan Ban BF Goodrich baru 15 ribu km, umur ban dari toko belum 1 thn, kembang ban masih 10mm tebalnya dengan angin nitrogen , jarang luar kota, kecepatan kendaraan 80km/h di tol serang menuju jakarta, meledak tiba2 hasilnya Cj7 saya jungkir balik dengan posisi menjemur gardan, jungkir baliknya disebabkan oleh mobil sebelah kiri saya yang kaget dan membantig setir ke kanan dan menyenggol pantat mobil saya sehingga kendaraan saya melintir tiba-tiba, untungnya kendaraan dipasang Rollbar kompetisi dan seat belt lima titik sehingga saya dan mekanik selamat.
Penggunaan nitrogen memperpendek umur ban karena jika ban selalu dalam kondisi dingin akan mempercepat Fatigue(karet berkurang elastisitasnya) sama halnya jika ban disimpan digarasi/toko harus dialasi kayu/rak agar tidak terkena dingin dari lantai.
Kecuali jika kendaraan sering dipakai keluar kota, melalui jalan tol yang panjang, sangat disarankan menggunakan nitrogen, untuk mencegah panas berlebihan pada. Sedang untuk pemakaian harian dalam kota, saya sarankan tidak perlu menggunakan Nitrogen apalagi untuk kendaraan yang sering diparkir di garasi atau basement.
Jika sudah pulang dari luar kota, sebaiknya segera ganti angin ban dengan yang biasa.
Yang terpenting jaga tekanan angin diantara maks dan min 28 -32 agar ada space untuk pemuaian dan sering mengecek tekanan angin lebih baik, beli meteran angin ditoko2 terdekat.
Sumber : Dito, Journalist Contributor for AUTOBILD Indonesia & Jip Magazine (Otomotif Group)