8 Juni 2009
JAKARTA - BISA merasakan langsung Suzuki APV Luxury menjadi kebanggaan tersendiri, karena mungkin okezone menjadi media pertama yang diberi kesempatan untuk menjajal mobil yang mendapat julukan kakak "baby alphard" ini.
Sosoknya yang berkelir white pearl, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pengendara lain ketika menjajal mobil ini di jalan Arteri. Bahkan, seorang petugas kepolisian lalulintas sempat mendekati untuk menanyakan mobil apa ini dan berapa harganya.
Seperti apasih sebenarnya APV Luxury ini? Kami akan mengupas habis khusus untuk Anda pembaca okezone.
Desain
Luxury sebenarnya sempat dimunculkan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada gelaran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) tahun lalu. Namun saat itu hadir dengan konsep APV Arena yang telah mendapat sentuhan modifikasi.
Ya, memang boleh jika dikatakan Luxury sebagai modifikasi Arena SGX. Sebab, perubahan yang terjadi pada generasi terbaru APV ini tidak terlalu signifikan. Bahkan emblem SGX tetap dipertahankan Suzuki. Paling jelas terlihat tentu pada desain body.
Penggunaan gril horizontal berlabur krom yang kini berjumlah 4 buah, serta body kit full bumper, sideskirt, dan rear bumper baru, memang sedikit menaikkan 'kelas' APV Arena SGX.
Sekujur tubuh berlabur putih mutiara ini pun menambah ekslusifitas Luxury yang pada mulanya hanya diproduksi 100 unit itu. Suzuki rupanya cermat menanggapi kecenderungan tren warna putih yang sedang digandrungi saat ini.
Kesan lux makin terasa dengan hadirnya pilihan pelek 17 inci dipadu ban Bridgestone Turanza berukuran 215-50R17. Luxury pun tak tampil 'cungkring' dengan dijejalkannya dimensi pelek yang lebih lebar, karena suspensi pun sedikit direbahkan. Hasilnya, mobil tampak lebih ceper.
Sayangnya, semua ubahan eksterior tersebut tak lantas dilakoni pula untuk sektor interior. Bagian kabin terlihat tak jauh berbeda dari Arena SGX.
Bentuk dashboard, panel-panel indikator, door trim, jok baris kedua model kaptain seat, semua mengungatkan pada sang 'kakak'. Yang sedikit berubah adalah sentuhan karbon kevlar pada sebagian dashboad dan door trim, serta dasboard yang diberi warna two tone.
Aura sang 'kakak' juga tetap ada dibagian bagasi. Kursi baris ketiga yang sanggup dilipat, membuat Luxury mampu mengangkut barang bawaan lebih banyak.
Performa
Bagian inilah yang membuat penasaran kami saat manjajal Luxury. Dengan dibekali mesin 1.500 cc 4 silinder MPI, sanggupkah mobil menunjukkan performanya? Pasalnya seperangkat body kit dan dimensi pelek yang bertambah, hanya dibekali mesin yang sama dengan Arena.
Kami pun segera mengambil tindakan agresif. Ketika melintas di kawasan yang relatif sepi, pedal gas langsung diinjak pol. Kebetulan kami diberi kesempatan menggunakan APV Luxury bertransmisi manual 5-speed. Jarum speedometer pun bergerak cepat keangka yang lebih tinggi.
Namun Luxury sepertinya sedikit ngos-ngosan saat mesin berada diputaran rendah. Tetapi keadaan itu berubah ketika rpm mulai melewati 5.000. Mobil pun mampu melesat kencang sehingga tak terasa sudah menyentuh 140 km/jam.
Seakan masih penasaran dengan tenaganya, mobil kami geber habis, hingga jarum indikator menyentuh angka 160 km/jam. Pada keadaan ini kami merasakan mobil sedikit limbung, apalagi ketika melahap tikungan. Sayang hari itu hujan lebat mengguyur Jakarta, membuat kami tak bisa berani menambah kecepatan lagi. Ketidak tersediaan perangkat rem ABS juga membuat kami mengurungkan niat untuk 'melarikan' mobil lebih dari itu.
Kenyamanan
Desain jok captain seat yang semuanya telah dilengkapi seat belt tentu menambah kenyamanan tersendiri ketika menggunakan Luxury. Wheelbase yang lebar menjadikan mobil ini cukup memiliki ruang kabin yang lega.
Luxury nyaman dibawa berpergian dengan anggota keluarga. Tetapi, suspensi yang dibuat lebih rendah, malah menimbulkan efek negatif. Beberapa kali kami coba melintasi jalan yang kurang rata, guncangan di dalam kabin terasa sekali. Apalagi, ranungan mesin dibawah jok saat dipacu pada kecepatan tinggi, juga menyeruak ke ruang pengemudi.
Hal tersebut tentunya menjadi PR (pekerjaan rumah) tersendiri bagi Suzuki agar kenyamanan ini bisa lebih ditingkatkan.
Mungkin alasan harga yang dikemukakan pihak SIS masuk akal. "Sedikit-sedikit lah perubahannya, takut harganya terlalu mahal," ujar Marketing Director SIS Endro Nugroho beberapa waktu lalu.
Kesimpulan
Dengan rentang harga mulai dari RP161,5 juta untuk yang berpelek 15 inci bertransmisi manual, dan Rp165,5 pelek 17 inci bertransmisi manual, rasanya cukup mumpuni jika Luxury dijadikan pilihan Anda sebagai mobil keluarga.
Dengan desain mewah pada eksterior dan konsumsi BBM yang irit, pastilah jadi hal yang patut diperhitungkan. Mau lebih nyaman? Rogoh saja kocek Rp4 juta lagi, untuk mendapatkan yang bertransmisi matik.