Hotline: 031-72086999, 081234 49 7777, 081 5520 5033 | E-Mail:

Berita

Kamis, 07 Mei 2009 22:44

APV Luxury, Benar-Benar Lux

8 Juni  2009

JAKARTA - BISA merasakan langsung Suzuki APV Luxury menjadi kebanggaan tersendiri, karena mungkin okezone menjadi media pertama yang diberi kesempatan untuk menjajal mobil yang mendapat julukan kakak "baby alphard" ini.

Sosoknya yang berkelir white pearl, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pengendara lain ketika menjajal mobil ini di jalan Arteri. Bahkan, seorang petugas kepolisian lalulintas sempat mendekati untuk menanyakan mobil apa ini dan berapa harganya.

Seperti apasih sebenarnya APV Luxury ini? Kami akan mengupas habis khusus untuk Anda pembaca okezone.

Desain

Luxury sebenarnya sempat dimunculkan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada gelaran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) tahun lalu. Namun saat itu hadir dengan konsep APV Arena yang telah mendapat sentuhan modifikasi.

Ya, memang boleh jika dikatakan Luxury sebagai modifikasi Arena SGX. Sebab, perubahan yang terjadi pada generasi terbaru APV ini tidak terlalu signifikan. Bahkan emblem SGX tetap dipertahankan Suzuki. Paling jelas terlihat tentu pada desain body.

Penggunaan gril horizontal berlabur krom yang kini berjumlah 4 buah, serta body kit full bumper, sideskirt, dan rear bumper baru, memang sedikit menaikkan 'kelas' APV Arena SGX.

Sekujur tubuh berlabur putih mutiara ini pun menambah ekslusifitas Luxury yang pada mulanya hanya diproduksi 100 unit itu. Suzuki rupanya cermat menanggapi kecenderungan tren warna putih yang sedang digandrungi saat ini.

Kesan lux makin terasa dengan hadirnya pilihan pelek 17 inci dipadu ban Bridgestone Turanza berukuran 215-50R17. Luxury pun tak tampil 'cungkring' dengan dijejalkannya dimensi pelek yang lebih lebar, karena suspensi pun sedikit direbahkan. Hasilnya, mobil tampak lebih ceper.

Sayangnya, semua ubahan eksterior tersebut tak lantas dilakoni pula untuk sektor interior. Bagian kabin terlihat tak jauh berbeda dari Arena SGX.

Bentuk dashboard, panel-panel indikator, door trim, jok baris kedua model kaptain seat, semua mengungatkan pada sang 'kakak'. Yang sedikit berubah adalah sentuhan karbon kevlar pada sebagian dashboad dan door trim, serta dasboard yang diberi warna two tone.

Aura sang 'kakak' juga tetap ada dibagian bagasi. Kursi baris ketiga yang sanggup dilipat, membuat Luxury mampu mengangkut barang bawaan lebih banyak.


Performa

Bagian inilah yang membuat penasaran kami saat manjajal Luxury. Dengan dibekali mesin 1.500 cc 4 silinder MPI, sanggupkah mobil menunjukkan performanya? Pasalnya seperangkat body kit dan dimensi pelek yang bertambah, hanya dibekali mesin yang sama dengan Arena.

Kami pun segera mengambil tindakan agresif. Ketika melintas di kawasan yang relatif sepi, pedal gas langsung diinjak pol. Kebetulan kami diberi kesempatan menggunakan APV Luxury bertransmisi manual 5-speed. Jarum speedometer pun bergerak cepat keangka yang lebih tinggi.

Namun Luxury sepertinya sedikit ngos-ngosan saat mesin berada diputaran rendah. Tetapi keadaan itu berubah ketika rpm mulai melewati 5.000. Mobil pun mampu melesat kencang sehingga tak terasa sudah menyentuh 140 km/jam.

Seakan masih penasaran dengan tenaganya, mobil kami geber habis, hingga jarum indikator menyentuh angka 160 km/jam. Pada keadaan ini kami merasakan mobil sedikit limbung, apalagi ketika melahap tikungan. Sayang hari itu hujan lebat mengguyur Jakarta, membuat kami tak bisa berani menambah kecepatan lagi. Ketidak tersediaan perangkat rem ABS juga membuat kami mengurungkan niat untuk 'melarikan' mobil lebih dari itu.

Kenyamanan

Desain jok captain seat yang semuanya telah dilengkapi seat belt tentu menambah kenyamanan tersendiri ketika menggunakan Luxury. Wheelbase yang lebar menjadikan mobil ini cukup memiliki ruang kabin yang lega.

Luxury nyaman dibawa berpergian dengan anggota keluarga. Tetapi, suspensi yang dibuat lebih rendah, malah menimbulkan efek negatif. Beberapa kali kami coba melintasi jalan yang kurang rata, guncangan di dalam kabin terasa sekali. Apalagi, ranungan mesin dibawah jok saat dipacu pada kecepatan tinggi, juga menyeruak ke ruang pengemudi.

Hal tersebut tentunya menjadi PR (pekerjaan rumah) tersendiri bagi Suzuki agar kenyamanan ini bisa lebih ditingkatkan.

Mungkin alasan harga yang dikemukakan pihak SIS masuk akal. "Sedikit-sedikit lah perubahannya, takut harganya terlalu mahal," ujar Marketing Director SIS Endro Nugroho beberapa waktu lalu.

Kesimpulan

Dengan rentang harga mulai dari RP161,5 juta untuk yang berpelek 15 inci bertransmisi manual, dan Rp165,5 pelek 17 inci bertransmisi manual, rasanya cukup mumpuni jika Luxury dijadikan pilihan Anda sebagai mobil keluarga.

Dengan desain mewah pada eksterior dan konsumsi BBM yang irit, pastilah jadi hal yang patut diperhitungkan. Mau lebih nyaman? Rogoh saja kocek Rp4 juta lagi, untuk mendapatkan yang bertransmisi matik.

Kamis, 07 Mei 2009 22:39

Grand Vitara Baru, Besar tapi Loyo

9 Juni  2009

Rasa penasaran untuk menjajal Grand Vitara 2.4 baru terus datang. Apalagi beberapa komentar negatif datang dari penggemar Grand Vitara sendiri terhadap generasi terbaru SUV Suzuki itu.

Akhirnya rasa penasaran itu pun terlampiaskan melalui sabuah dealer Suzuki di kawasan Jakarta Selatan. Ketika ada acar bertajuk "Discover with Suzuki Grand Vitara 2.4" maka kami pun langsung saja mencoba mobil seharga Rp299 juta untuk yang manual, dan Rp310 untuk yang bertransmisi otomatik.

Keluar kawasan dealer, kemacetan sudah menghadang. Tipe transmisi otomatik yang sengaja kami pilih memang rasanya sangat tepat jika SUV ini digunakan di dalam kota. Kaki kiri tak perlu repot menginjak pedal kopling dalam waktu yang lama, saat kondisi jalan sedang padat merayap.

KOndisi jalan sedikit kosong, saatnya pedal gas diinjak penuh! Ups! Tetapi ternyata, dahaga kami akan tenaga besar Grand Vitara ini tak terlampiaskan. Ada delay beberapa detik akselerasi saat pedal kami injak dengan kerja mesin menyentuh rpm tinggi. Sangat mengganggu. Ibarat keledai, meski sudah dipecut namun tetap tidak bisa berlari kencang.

Tenaga baru keluar beberapa saat setelah saya menahan posisi kaki kanan dipedal gas dalam kondisi injak penuh. Menggelikan memang, sebuah SUV dengan kapasitas mesin yang cukup mumpuni secara matematis, yakni 2.400 cc DOHC VVT 16 valve, namun boyo untuk diajak berakselerasi di putaran awal.

Beberapa mobil dengan cc mesin di bawah ini saja bisa melakukan tugas sempurna baik di putaran bawah maupun diputaran atas. Walau demikian, boleh diakui, ketika rpm telah lewat dari angka 4.000, tenaga 2.4L-nya langsung melonjak. Sayang kami tidak bisa terlalu lama menahan dalam kondisi seperti itu. Sebab situasi jalan siang itu sangat padat.

Memasuki daerah perumahan yang banyak terdapat polisi tidur dan kondisi jalan yang kurang rata, menjadi halangan kami untuk menguji kehandalan suspensi Grand Vitara ini. Dan benar saja, perbaikan pada sistem penahan kejut ini ternyata berfungsi maskimal.

Ruang kabin tak merasakan gucangan yang berarti kala melahap trek kurang rata bahkan polisi tidur. Malah, mengendarai SUV ini hampir senyaman sedan.

Hal ini selain muncul dari sosoknya luarnya yang sporty tapi tetap kalem, khas SUV dalam kota, serta sistem suspensi yang nyaman, kondisi interior pun dibuat mewah. Beberapa bagian dilebur nuansa wood panel, selain itu indikator panel-panel instrumen terpampang jelas. Yang menarik, ada pula indikator konsumsi BBM sesuai karakter mengemudi Anda.

Alat yang diletakkan pada dashboard ini bisa menjadi perhitungan seberapa ingin Anda berhemat BBM ketika menggunakan Grand Vitara. Sebuah fitur yang selama ini ada pada mobil-mobil premium.

Namun, terlepas dari kemewahan itu, Suzuki harus rela menghadapi SUV kompetitor yang lebih bertenaga dibanding Grand Vitara 2.4. SUV seharusnya menunjukkan karakternya yang bertenaga, bukan hanya sekedar body bongsor tapi loyo.

Kamis, 07 Mei 2009 22:30

Tips Menghindari Suku Cadang Mobil Palsu

9 Juni  2009

Kamis, 07 Mei 2009 22:24

Kebiasaan-Kebiasaan Kecil Sebelum Nyetir Mobil

19 Juni  2009

Kamis, 07 Mei 2009 22:23

Tips & Trik Nyaman Berkendara Saat Liburan

10 Juni 2009

Kamis, 07 Mei 2009 22:19

Waspadai Bunyi Tidak Normal pada Kendaraan

22 Juni 2009

Kamis, 07 Mei 2009 22:14

Tips mengisi Bensin

30 Juni  2009

1. ISI BENSIN HANYA DI PAGI HARI,

saat suhu permukaan tanah masih dingin.



Setiap pom bensin menyimpan bensinnya di ruang penyimpanan di bawah tanah.

Semakin dingin suhunya, maka bensin akan semakin “padat”, sedangkan saat suhu menghangat, bensin akan memuai (!)



Maka, kalo kita isi bensin di sore atau malam (saat suhu tanah masih panas), bensin akan memuai, artinya VOLUME yang terbaca oleh meteran akan menjadi lebih besar dari VOLUME sebenernya.



Dalam bisnis BBM ini, penambahan suhu 1 derajat besar bedanya.

Tapi semua pom bensin (service station) nggak punya alat untuk mengkompensasikan perbedaan ini untuk konsumen.



2.

SAAT MENGISI BENSIN, JANGAN MENGATUR BUKAAN NOZZLE jadi FAST MODE

à

ini mostly karena di sana kita ngisi bensin sendiri alias self-service.

Tapi bisa kita coba di sini ngasi tau ke tukang ngisinya supaya setting ke slow mode (bisa nggak ya?).



The trigger punya 3 level: low, medium, high.

Di slow mode, kita memasukkan bensin secara perlahan, dan akibatnya adalah meminimalisasi terciptanya vapor (uap) dari bensin tsb.



Semua selang di pom bensin punya vapor return (artinya kira2: jalan kembali bagi uap bensin).

Kalau kita setting ke FAST mode, maka sebagian dari bensin (yang berbentuk cair) akan berubah menjadi vapor (uap) dan akan tersedot balik ke tangki penyimpanan,

jadinya bensin yang masuk ke mobil/motor kita lebih sedikit dari yang tertera di meteran.



à

Trus kalo di SLOW mode nggak sempet berubah menjadi uap?

mungkin gitu. Atau paling nggak lebih lambat berubah jadi uap. Mungkin lho.



3.

ISI BENSIN SAAT TANGKI MASIH BERISI SETENGAH (Half-Full)



Karena semakin banyak tangki bensin kita berisi bensin, semakin sedikit udara yang ada di sana .

Petrol (bensin) menguap jauh lebih cepat dari yang kamu bayangkan.

Tangki penyimpan bensin punya atap yang mengapung di dalamnya (internal floating roof),

yang berfungsi sebagai pemisah antara bensin dan udara di dalam tangki.



à trus hubungannya sama hemat bensin apa ya?

mungkin gini:

kalo di Pom bensin, mereka punya “internal floating roof”, jadi mereka nggak akan mengalami pengurangan bensin karena menguap,

sedangkan di mobil/motor kita nggak ada, jadi harus kita atur sendiri.



4.

SAAT POM BENSIN SEDANG DIISI ( ADA TRUK PENGISI)

jangan mengisi bensin.



Kemungkinan besar isi bensin di ruang penyimpanan (storage tank) sedang teraduk sehingga kotoran (yang biasanya ada di dasar)

akan terangkat dan bisa terbawa masuk ke tangki bensin mobil/motor kita.

Kamis, 07 Mei 2009 22:09

Jangan Remehkan Spion Kotor

14 Juni 2009

Kamis, 07 Mei 2009 22:05

Waspada, 10 penyebab mobil terbakar!

8 Juni  2009

Bagi yang punya mobil sayang kan klo tiba2 terbakar?
kalau ngak sampai membahayakan keselamatan nga apa2, tapi kalo lagi apes?


Inilah malapetaka yang paling ditakuti pemilik mobil. Bayangkan, hanya dalam 10 menit, kendaraan sudah menjadi kerangka. Kejadiannya bisa kapan saja dan di mana saja dan selama semester I tahun ini, di Jakarta terjadi 10 kasus mobil terbakar.

Lantas dari mana api berasal? Hengky, workshop manager Simprug Mobil mengatakan, "Kebakaran dikarenakan dua faktor. Pertama, adanya pemantik dan kedua bersentuhan dengan bahan bakar." Selain itu, tambah Teddy Rev, bos Rev Engineering, korsleting pada kabel juga bisa memercik api dengan mudah.

Nah, di bawah ini ada 10 penyulut kebakaran pada kendaraan


1. Kabel terkelupas. Bisa jadi biang pemantik api. Kondisi mobil yang tidak stabil membuat kabel yang sudah getas saling bergesekan. Ciri khasnya, ada aroma bau sangit. Bila sudah tercium, segera pinggirkan kendaraan.


2. Kabel paralel bertumpuk pada aki. Biasanya kabel paralel pada aki suka tidak kencang pengikatannya (baut), sehingga korsleting kerap terjadi. Biar aman, soket kabel atau baut pada pada aki acap diperiksa.


3. Besar kabel tidak sesuai. Kabel sangat riskan jika tidak menggunakan tipe yang tepat. Karena setrum kabel mempunyai daya yang berbeda. Akibat salah mengaplikasi, kabel bisa memuai dan api dapat menjalar ke seluruh bagian mobil.


4. Selang bensin bocor. Terutama untuk mobil yang sudah punya umur. Selang bensin cuma bermaterial serat kain, jadi gampang getas atau robek.


5. Karburator. Untuk mobil yang masih menggunakan karburator, jangnan menggunakan air filternya yang terbuka. Hawa bensin terkadar tembus melewati celah-celah kecil dari boks air filter. Bahayanya, ada kabel yang lecet dan bergesekan trus terkena hawa bensin.


6. Pipa knalpot bocor. Terutama yang melewati di bawa tangki bensin. Karena terkena hawa panas, bensin ikutan mennguap. Secara nggak langsung bisa juga terbakar, walau membutuhkan waktu lama.


7. Oli bocor. Mobil yang telah mengalami upgrade mesin, penggunaan wraping (pembungkus antipanas) pada header memang wajib. Tapi teliti apakah ada cipratan oli dari blok mesin atau bagian lain yang dekat dengan header atau knalpot.


8.Mesin upgrade. Mobil yang mesin sudah dimodifikasi, pakai selang bensin berkualitas. Apalagi bahan bakarnya bensol, sebaiknya pakai selang yang breanded dengnan serat karbon atau baja.


9. O-Ring injektor. Karet atau selang o-ring injektor harus fleksibel. Jika sudah keras, cepat ganti untuk mencegah kebocoran.


10. Setrum kabel busi bocor. Sangat riskan menimbulkan percikan api, jika terkena tetesan bensin. Sekali sentuh saja, tangan bisa kesetrum hebat. Apalagi ada uap bensin.

Kamis, 07 Mei 2009 22:01

Nissan Targetkan sebagai Kendaraan Nol Emisi pada 2012

04 Juni 2009