Hotline: 031- 83 100 888, 0821 8983 5555 | E-Mail:

Berita

Minggu, 10 Mei 2009 14:58

Nitrogen: Sedikit Lebih Mahal Namun Banyak Keuntungannya

26 Juni  2009

Meskipun keberadaan gas nitrogen yang digunakan untuk mengisi tekanan pada ban sudah cukup lama, namun masih banyak juga pengendara yang masih tidak mengetahui apa manfaat yang bisa didapat jika ban kendaraan diisi dengan gas nitrogen.

Menurut Tonny, manager dari bengkel Andala Ban dikawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan ini, meski sedikit lebih mahal dibandingkan memakai angin biasa, ban yang memakai nitrogen punya banyak manfaat dibanding jika ban yang masih menggunakan angin biasa. Manfaat yang didapat jika ban memakai nitrogen diantaranya adalah :


1.Pertama yang bisa dirasakan adalah bantingan suspensi mobil akan terasa lebih lembut dibandingkan jika ban masih menggunakan angin biasa. Hal ini karena gas nitrogen mampu menjaga elastisitas ban yang dipakai, sehingga kelenturan karet ban dapat terjaga.
2.Nitrogen dapat menutup pori-pori karet ban dengan baik, sehingga tekanan ban dapat bertahan lebih lama, kurang lebih hingga 1 bulan lamanya, sangat berbeda dengan angin biasa yang umumnya setelah 4 atau 5 hari tekanannya akan berkurang. Selain itu nitrogen juga dapat memberi lapisan semacam oil, sehingga bagian dalam ban tidak cepat kering.
3.Nitrogen tidak mudah memuai dan terpengaruh suhu panas, sehingga tekanan ban dengan nitrogen akan mampu stabil saat kondisi ban sudah terpengaruh suhu panas, entah itu saat mobil melaju pada kecepatan tinggi seperti saat melintasi jalan tol ataupun saat kondisi pemukaan jalan mulai panas. Sehingga dengan nitrogen resiko pecah ban akibat tekanan ban yang meningkat dapat dikurangi.
4.Dalam keadaan darurat, seperti saat ban bocor, nitrogen tetap dapat dicampur dengan angin biasa. Namun sebaiknya, jika telah menemukan bengkel yang dapat mengisi ban dengan nitrogen, maka secepatnya tekanan ban dikuras dan kembali di isi dengan nitrogen.


Untuk mengisi ban dengan nitrogen, ban yang tadinya masih menggunakan angin biasa itu harus dikuras terlebih dahulu, kurang lebih biaya untuk pengurasan dibanderol serta pengisian awal dengan nitrogen itu 20 ribu rupiah per satu ban, sedangkan untuk jika hanya menambah dikenakan biaya 10 ribu rupiah per satu ban. Pada umumnya setelah ban diisi nitrogen, maka penutup pentil akan diganti dengan yang berwarna hijau terang sebagai tanda.



Memang di Indonesia, tempat pengisian nitrogen untuk ban umumnya hanya ada pada bengkel besar saja, tidak seperti pengisian angin biasa yang bisa ditemukan dipinggiran jalan atau bengkel skala kecil. Akan tetapi dengan nitrogen, pengendara mendapatkan rasa aman dan nyaman yang lebih saat berkendara.


Meskipun keberadaan gas nitrogen yang digunakan untuk mengisi tekanan pada ban sudah cukup lama, namun masih banyak juga pengendara yang masih tidak mengetahui apa manfaat yang bisa didapat jika ban kendaraan diisi dengan gas nitrogen.

Menurut Tonny, manager dari bengkel Andala Ban dikawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan ini, meski sedikit lebih mahal dibandingkan memakai angin biasa, ban yang memakai nitrogen punya banyak manfaat dibanding jika ban yang masih menggunakan angin biasa. Manfaat yang didapat jika ban memakai nitrogen diantaranya adalah :


1.Pertama yang bisa dirasakan adalah bantingan suspensi mobil akan terasa lebih lembut dibandingkan jika ban masih menggunakan angin biasa. Hal ini karena gas nitrogen mampu menjaga elastisitas ban yang dipakai, sehingga kelenturan karet ban dapat terjaga.
2.Nitrogen dapat menutup pori-pori karet ban dengan baik, sehingga tekanan ban dapat bertahan lebih lama, kurang lebih hingga 1 bulan lamanya, sangat berbeda dengan angin biasa yang umumnya setelah 4 atau 5 hari tekanannya akan berkurang. Selain itu nitrogen juga dapat memberi lapisan semacam oil, sehingga bagian dalam ban tidak cepat kering.
3.Nitrogen tidak mudah memuai dan terpengaruh suhu panas, sehingga tekanan ban dengan nitrogen akan mampu stabil saat kondisi ban sudah terpengaruh suhu panas, entah itu saat mobil melaju pada kecepatan tinggi seperti saat melintasi jalan tol ataupun saat kondisi pemukaan jalan mulai panas. Sehingga dengan nitrogen resiko pecah ban akibat tekanan ban yang meningkat dapat dikurangi.
4.Dalam keadaan darurat, seperti saat ban bocor, nitrogen tetap dapat dicampur dengan angin biasa. Namun sebaiknya, jika telah menemukan bengkel yang dapat mengisi ban dengan nitrogen, maka secepatnya tekanan ban dikuras dan kembali di isi dengan nitrogen.



Untuk mengisi ban dengan nitrogen, ban yang tadinya masih menggunakan angin biasa itu harus dikuras terlebih dahulu, kurang lebih biaya untuk pengurasan dibanderol serta pengisian awal dengan nitrogen itu 20 ribu rupiah per satu ban, sedangkan untuk jika hanya menambah dikenakan biaya 10 ribu rupiah per satu ban. Pada umumnya setelah ban diisi nitrogen, maka penutup pentil akan diganti dengan yang berwarna hijau terang sebagai tanda.


Memang di Indonesia, tempat pengisian nitrogen untuk ban umumnya hanya ada pada bengkel besar saja, tidak seperti pengisian angin biasa yang bisa ditemukan dipinggiran jalan atau bengkel skala kecil. Akan tetapi dengan nitrogen, pengendara mendapatkan rasa aman dan nyaman yang lebih saat berkendara.

Sumber :  Iman  

Minggu, 10 Mei 2009 14:53

Tips Agar Mobil Matik Bisa Engine Braking

10 Juni  2009


Matic engine braking

Pada dasarnya engine braking tetap dapat digunakan pada mobil automatic (matic), tapi ada triknya. Pemanfaatan engine braking yang dapat membantu menghemat kanvas rem pada mobil matic bisa diperoleh dengan melakukan pemindahan tuas transmisi ke posisi transmisi yang lebih rendah (downshift).

Setelah menginjak pedal rem dan kecepatan mobil berkurang, geserlah tuas transmisi dari posisi D (DRIVE) ke:

1. Ke posisi “3”, atau Off-kan fungsi Overdrive / OD pada transmisi yang masih menggunakan Overdrive manual (dengan cara menekan tombol O/D yang terdapat pada tuas transmisi). Transmisi akan turun ke posisi roda gigi ketiga dan tidak akan bisa pindah ke roda gigi ke empat.

2. Pindah lagi ke posisi “2”. Transmisi akan turun ke roda gigi kedua saat kecepatan kendaraan turun dengan cepat ke kecepatan di bawah 90 - 80 km/j. Penggeseran ini membuat efek engine braking lebih kuat.

3. Pindah ke posisi “L”. Transmisi akan turun ke roda gigi pertama saat kecepatan kendaraan turun dengan cepat ke kecepatan di bawah 40 - 30 km/j. Di posisi ini engine braking didapat secara maksimum.

Lakukan ketiga hal diatas secara berurutan atau bertahap dari yang paling tinggi ke roda gigi yang paling rendah, jangan langsung melakukan downshift tanpa berurutan, karena dapat menyebabkan mobil kehilangan kendali dan rusaknya transmisi. Prinsipnya mirip dengan transmisi manual, engine braking diperoleh dengan melakukan perpindahan ke transmisi yang lebih rendah secara bertahap sesuai kecepatan. Angka kecepatan yang disebutkan di atas harus disesuaikan pada masing-masing kendaraan ( biasanya keterangannya ada di buku pedoman pemilik).


Trik Lainnya
Memang, dengan perpindahan ini maka laju mobil agak terasa tersentak. Ini tanda engine braking bekerja. Sentakan tersebut dapat semakin kita kurangi dengan memperhatikan kecepatan mobil saat melakukan perpindahan posisi tuas transmisi.

Untuk kondisi jalan saat di medan yang menanjak atau menurun, engine braking bisa kita dapatkan tanpa harus memindah posisi tuas transmisi seperti diatas. Caranya adalah dengan menjalankan kendaraan dengan posisi tuas transmisi pada posisi "2". Posisi ini membuat transmisi tidak bisa berpindah dari posisi "2" ke gigi yang lebih tinggi dan efek engine braking pada saat kita mengurangi tekanan pedal gas akan lebih besar.

Atau bisa juga menggunakan posisi "L" saat posisi kendaraan berhadapan dengan jalan yang menanjak atau menurun curam (misalnya, di basement gedung). Pada posisi ini, gigi percepatan hanya dapat bergerak pada posisi roda gigi 1 saja.

Tetapi, posisi "2" atau "L" sebaiknya tidak digunakan dalam waktu yang lama. Kalau sudah berada di jalan datar, segera pindahkan transmisi ke posisi “D”. Hal ini untuk mencegah fluida transmisi dari mengalami overheating maupun kerusakan pada transmisi.

Tulisan dikembangkan dari : Astra World

Minggu, 10 Mei 2009 14:47

Tips Beli Mobil Baru

11 Juni  2009

TIPS MEMBELI MOBIL BARU

Banyak orang berprasangka, membeli mobil seperti memasuki belantara yang penuh bahaya. Sebenarnya tidak. Apalagi bila dananya sudah siap. Tapi membeli mobil yang tepat tanpa mendatangkan penyesalan di belakang hari, perlu mengikuti jurus–jurus tertentu.

Langkah pertama, sejak awal pembeli harus jelas dan ditetapkan dulu tujuan membeli mobil tersebut. Jangan sampai terbawa arus salesman yang lihai menggiring anda untuk membeli mobil yang lain.

    * Umumnya ada tiga macam alasan mengapa seseorang membeli mobil. Yang pertama, membeli mobil untuk memenuhi kebutuhan dasar sebagai alat transportasi sehari-hari. Yang kedua, untuk menunjukkan status atau citra diri di lingkungan masyarakatnya. Dan yang ketiga untuk mendapatkan kepuasan diri sendiri atau menyalurkan hoby. Golongan terakhir ini biasanya sudah memiliki mobil lain untuk alat transportasi sehari-hari.
    * Bila anda termasuk kelompok pertama, belilah mobil serbaguna, seperti Toyota Kijang, Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda, Suzuki Carry dan sejenisnya. Kalau anda mengejar status, pikirkan kembali citra diri apa yang akan ditampilkan. Contohnya, mobil BMW dikenal sebagai mobil yuppies (eksekutif muda yang sukses). Sedangkan Mercedes Benz mobil orang kaya tapi kurang greget. Bila anda termasuk golongan ketiga, maka pilihan anda sangat luas karena yang dicari mutlak kesenangan. Harga mobil dan resale value tak jadi soal buat orang-orang semacam ini.

Jurus kedua, ikuti langkah berikut ini .

    * Pilihlah mobil-mobil yang popular untuk menjamin harga jual kembali yang menguntungkan, ketersedian spare parts dan fasilitas service yang lengkap.
    * Pilih warna dan aksesoris yang banyak diminati. Jangan sembrono memilih warna karena akan merugikan kelak. Demikian pula aksesorisnya. Misalnya untuk mobil tersebut, varian yang menggunakan transmisi automatic lebih populer, maka pilihlah varian itu. Informasi semacam ini bisa diperoleh melalui sales di dealer mobil.
    * Sadari keterbatasan anggaran. Jangan tergiur membeli mobil yang lebih mewah. Selain memberatkan anggaran, biaya perawatan dan operasional sehari-hari relatif lebih mahal.
    * Harga mobil di Indonesia berdasarkan list price dari ATPM, tapi kunjungi lebih dari satu dealer. Biasanya ada perbedaan layanan masing-masing dealer, seperti bunga leasing yang lebih murah dan servis mobil gratis.
    * Kalau ingin tukar tambah, jangan buka harga dulu sebelum tahu harga mobil baru. Karena biasanya harga mobil baru akan lebih mahal karena ada beban membeli mobil anda.
    * Jangan lupa meminta advis dari teman atau keluarga yang hobi atau lebih mengenal mobil yang ingin anda beli. Masukan mereka akan sangat berguna.
    * Yang terakhir,kalau penjual mobil tersebut meragukan, sebaiknya tunda pembelian mobil, dan kunjungi yang lain.

 
 Sumber : http://www.simasfinance.co.id

Minggu, 10 Mei 2009 14:38

7 Tips Bebas dari Tipuan Mobil Eks Banjir

11 Juni  2009

BANJIR telah menjadi pemandangan umum setiap kali hujan melanda kota-kota di Indonesia, khususnya Ibu Kota Negara, Jakarta. Tapi, meskipun sudah “biasa”, tetap saja datangnya air bah itu tak dapat diprediksi. Artinya, banjir bisa datang kapan saja, dan kebanyakan korban banjir tak siap menghadapinya. Saat banjir datang, banyak harta benda yang terpaksa rusak terendam karena tak sempat diselamatkan. Salah satu yang paling mahal dan langsung rusak adalah mobil.

Genangan air pada mobil pasti meninggalkan kerusakan, tak hanya pada bagian interior, tapi pun -yang terpenting- pada  mesin. Komponen mekanikal, maupun elektrikal dipastikan akan mengalami keausan lebih cepat. Sebab, ampas lumpur dan jamur yang tertinggal sangat sulit untuk dibersihkan. Sialnya, garansi pun kerap batal jika kerusakan disebabkan bencana.

Lantas, pemilik mobil ‘eks banjir’ umumnya memilih untuk merapikan mobil itu, lalu menjualnya. Nah, jika begini, yang paling dirugikan adalah pembeli mobil bekas. Mereka mungkin saja terjebak, sebab mengenali mobil eks banjir tak semudah mengenali mobil mulus. Apalagi penjual pun cenderung untuk tak jujur, dan diam tanpa mengungkapkan kondisi mobil yang sesungguhnya. Namun sebenarnya ada beberapa langkah detail yang bisa dilakukan calon pembeli mobil bekas agar selamat dari ‘bencana’. Berikut adalah tips yang harus Anda perhatikan jika ingin membeli mobil di musim banjir saat ini.

1. Periksa Kelembaban dan Kotoran
Carilah adanya bekas uap air yang biasanya mengembun di sekitar batok lampu baik di dalam kabin maupun di bagian luar mobil. Lalu, buka dan teliti bagian kompartemen, dan rak-rak di dalam mobil, biasanya akan ditemukan endapan pasir atau tanah yang ditinggalkan lumpur di sudut-sudut sempit. Jangan lupa periksa pula bagian bawah atap yang biasanya menyimpan kotoran dan karat. Terakhir, selipkan tangan Anda untuk meraba bagian bawah jok, dan rasakan jika ada kelembaban.

2. Gunakan Indera Penciuman
Apakah anda mencium bau tak sedap. Endapan air meresap ke dalam jok mobil dan sangat sulit untuk menghilangkan bau tak sedap yang tertinggal. Periksa sudut-sudut jok, angkat karpet dan semua bagian mobil yang sulit untuk kering. Di tempat itu jamur dan endapan biasanya tumbuh.

3. Jeli Lihat Komponen Interior yang Ganjil
Anda wajib untuk memberikan perhatian ekstra dengan mengamati setiap detail komponen yang ada di dalam kabin. Carilah komponen yang ganjil dan tak selaras dengan keseluruhan bagian di dalam mobil.

Apakah karpet terlihat baru dan tak sesuai dengan usia mobil?  Adakah yang hilang atau diganti? Apakah sarung jok terlihat janggal dan tak terangkai rapi dengan karpet. Patut dicurigai komponen-komponen yang tak rapi ataupun terlihat terlalu baru adalah komponen baru yang dipasang setelah mobil diangkat dari banjir.

4. Mintalah Riwayat Perawatan Mobil
Mobil yang baik umumnya dilengkapi dengan riwayat perawatan, setidaknya riwayat perawatan berkala. Mungkin pula riwayat klaim asuransi. Atau bahkan pada beberapa orang, ada yang terbiasa menyimpan kuitansi pembayaran dan detail dari setiap perawatan selama mobil itu dipakai. Dari sana bisa diperoleh gambaran kondisi mobil.

5. Tes Drivedan Periksa Fungsi Elektrikal
Poin ini merupakan langkah umum yang selalu dilakukan jika akan membeli mobil. Nyalakan mobil dan cobalah untuk mengendarainya. Bersamaan dengan itu, gunakan semua fungsi elektrikal yang ada, seperti lampu utama, lampu sein, lampu kabin, cetral lock, power window, radio tape, lampu dasboard, wiper dan lain-lainnya. Lakukan secara berulang untuk memastikan semua berfungsi dengan normal.

6. Pakailah Jasa Mekanik
Untuk memastikan kondisi mobil, terutama bagian mesin, sangat dianjurkan untuk membawa mekanik langganan kita untuk memeriksanya. Mekanik yang berpengalaman dapat megenali endapan kotoran di sela-sela mesin dan tempat yang tak terjangkau oleh mata awam. Yang pasti mekanik tahu benar apa yang harus mereka periksa.

Hal ini penting pula jika mobil masih dalam masa garansi. Sebab, garansi akan gugur jika mobil terbukti pernah terendam banjir, meskipun kerusakan tak dapat disebutkan dengan rinci.

7. Jangan Ambil Risiko
Nah, jika Anda mencurigai bahwa mobil tersebut sepertinya pernah terkena banjir, segera tinggalkan. Jangan ambil risiko, meskipun sesungguhnya Anda tak yakin dengan apa yang Anda rasakan. Ingat, penghematan uang dengan harga mobil yang murah akan segera berakhir dan menjadi mahal saat Anda terpaksa memperbaiki mobil dikemudian hari. Jangan ambil risiko itu. Carilah mobil yang benar-benar Anda yakini. Selamat berburu … (GLO)

Sumber : Kompas.com

Minggu, 10 Mei 2009 14:36

Tenaga Kendor Akibat Knalpot Bocor

12 Juni  2009

Minggu, 10 Mei 2009 14:34

Pedal Rem Keras, Cek Booster Rem Deteksi Kerusakan

12 Juni  2009

Minggu, 10 Mei 2009 14:30

RAGAM MASALAH MOBIL CBU

14 Juni  2009

Kamis, 07 Mei 2009 22:51

[TIPS] Merawat Shockbreaker

17 Juni  2009

Kamis, 07 Mei 2009 22:48

Jurus merawat AC mobil

24 Juni  2009

Kamis, 07 Mei 2009 22:45

Perbaikan Mobil Pada Saat Keadaan Darurat!

17 Juni  2009