Hotline: 031- 83 100 888, 0821 8983 5555 | E-Mail:

Berita

Minggu, 17 Mei 2009 08:14

Ribuan Dealer dan Puluhan Ribu Karyawan Korban Restrukturisasi GM

09 Juli  2009


DETROIT,  — General Motors (GM) akan mengumumkan rencana restrukturisasi pada Senin (4/5). Termasuk di dalamnya mengurangi hutang, menutup pabrik dan menyunat kerjaan. Batas akhir (deadline) pengumuman paling lambat 1 Juni 2009, dengan kesepakatan tanpa memotong dana. Demikian seperti dikutip kantor berita Reuters.

Langkah-langkah percepatan restrukturisasi itu diperkirakan meliputi berbagai bidang. Dimulai dari pembenahan di sektor hutang, modal (simpanan), serikat pekerja, merek-merek yang berada di bawah naungan GM, dealer, pabrik, dan karyawan.

Untuk ke depannya, belasan merek yang sudah diafiliasi GM akan difokuskan menjadi 4 merek saja, yakni Chevrolet, Cadillac, Buick, dan GMC. Pontiac akan dilepas paling lambat sampai 2010 dan diikuti Saab, Saturn, dan terakhir Hummer yang dilaksanakan akhir tahun ini.

Langkah lainnya, melakukan penciutan dealer yang seluruhnya berjumlah 6.246 tempat. Hingga 2010, jumlah tersebut harus dikurangi sebanyak 42 persen atau tinggal 3.605 dealer. Termasuk 500 perwakilan yang segera dilaksanakan secara bertahap dengan tenggang waktu 4 tahun.

Di sektor pabrik, mulai dari perakitan, pembuatan mesin, dan stamping yang berada di Amerika sebanyak 48 saat ini akan diciutkan menjadi 34 pabrik sampai 2010. Jumlah itu masih terus ditekan menjadi 31 pabrik hingga 2012.

Untuk tenaga kerja ikut dibenahi juga. Sekarang ini, di Amerika, 61.000 pekerja kontrakan disunat menjadi 40.000 orang hingga 2010. Proses itu belum final dan masih akan dipotong lagi sebanyak 2.000 karyawan, tapi dari semua level pada 2011.

Seiring dengan adanya penciutan tenaga kerja, hal itu berarti berkaitan dengan gaji. Di sini, GM juga menyunat anggaran gaji dari  7,6 miliar dollar AS menjadi 5 miliar dollar AS pada 2010.

Minggu, 17 Mei 2009 08:10

Honda Freed, Sang Fenomenal Otomotif 2009

09 Juli 2009

Minggu, 17 Mei 2009 08:08

All New Honda Jazz Dinobatkan sebagai Car of The Year 2009

19 Juni  2009

Minggu, 17 Mei 2009 08:03

Acuan Modifikasi Ukuran Velg Dan Ban

10 Juli  2009

Ukuran Velg Dan Ban

Velg dan ban adalah dua bagian yang tidak dapat dipisahkan. Dalam dunia modifikasi, ukuran velg dan ban sangat berpengaruh pada penampilan dari sebuah mobil, namun diluar dari itu, perlu diingat juga besar ukuran dari keduanya sangat mempengaruhi faktor kenyamanan saat berkendara. Untuk itu, ketika mengganti velg dan ban tidak bisa sembarangan, ada banyak hal yang patut diperhatikan agar tidak ada penyesalan dikemudian hari ketika sudah mencangkoknya ditunggangan kesayangan.

Kombinasi Ukuran Velg Dan Ban
Rekomendasi dari pabrik mobil sebuah mobil dapat mengganti ukuran velg tanpa mengurangi performa dari mesin dan kenyamanan dalam berkendaraan adalah maksimal 2 tingkat (+ 2) dari ukuran standar yang di dapat dari pabrik. Tetapi dalam dunia modifikasi sebuah mobil dapat mengganti ukuran peleknya hingga 4 tingkat (+4) diatas ukuran velg standarnya tanpa perlu melakukan perubahan pada bodi mobil.

Tentunya pergantian ukuran velg dengan yang lebih besar (up-size) ini harus diikuti dengan pergantian ukuran ban yang benar sehingga tidak akan terjadi gejala mentok atau gesrot pada bodi dalam mobil maupun pada fender mobil.


Sebagai contoh, Honda New City memiliki ukuran standar velg 15 inci, maka rekomendasi  dari pabrik untuk kenyamanan yang baik adalah mengganti dengan velg ukuran 17 inci dikombinasikan ukuran tebal ban 40, dan apabila ukuran pelek tersebut dirasa masih kurang besar maka maksimal pergantian velg adalah hingga ukuran 19 inci dan dikombinasikan ukuran ban yang berprofil tipis, seperti yang berukuran tebal 35. Patokan kombinasi ukuran antara velg dan ban seperti diatas berlaku juga untuk mobil jenis sedan maupun hatchback seperti Yaris ataupun Jazz.

Efek Merubah Ukuran Ban dan Pelek
Banyak orang bertanya, apakah ada pengaruhnya atau efek jika telah merubah ukuran velg dan ban?.. Manfaat dari melakukan perubahan ukuran velg dan ban jadi lebih besar diantaranya adalah respon  handling mobil menjadi lebih baik ketika berubah arah atau bermanuver, karena area kontak ban dengan permukaan jalan menjadi lebih luas sehingga membuat daya cengkeram ban jadi lebih besar, selain itu penampilan mobil pun menjadi lebih catchy.

Akan tetapi kelemahan setelah up-size velg dan mengganti ban dengan yang berprofil lebih tipis dan lebar akan sedikit mengurangi daya redam mobil terhadap permukaan jalan yang tidak rata dan sedikit lebih bising (noise road) akibat kontak permukaan ban dengan jalan semakin besar.


Hal ini memang tidak berlaku mutlak pada setiap mobil yang ada tetapi dapat menjadi acuan dan panduan untuk mengganti ukuran velg yang lebih besar dengan aman. Agar velg dan ban terpasang dengan baik dan benar tanpa masalah, maka kombinasi dari lebar velg dengan ukuran ban harus sesuai. Dari contoh diatas, hasil dari kombinasi lebar velg dengan ukuran ban diatas adalah berpatokan dengan bentuk ban yang dapat pas melindungi bibir pelek setelah up-size serta agar terhindar dari ban terpentok dengan fender saat setir dibelokkan.

Link Artikel Up Size Velg : http://www.situsotomotif.com/modifikasi/tips-modifikasi-mobil/cara-bijak-up%11size-velg-mobil/

Daftar PCD Mobil
Berikut daftar PCD utk beberapa merk mobil yg ada.

Audi :
-(5x112)
-(5x100)

BMW :
-Dari seri 1 sampe 8 (5x120)
-318i m40 (4x100)

Chevrolet :
-Captiva (5x115)

Ford :
-Laser taxi (4x114,3)
-Ranger (6x139,7)
-Everest (6x139,7)

Daihatsu :
-YRV (4x110)
-Taft/Rocky (5x139,7)
-Feroza (5x139,7)
-Zebra (4x110)
-Xenia (4x114,3)
-Ceria (4x110)
-Classy/Winner (4x100)
-Charade (4x110)

Honda :
-Civic (4x100)
-New Civic (5x114,3)
-City (4x100)
-New Accord (5x114,3)
-Old accord (4x100)
-Maestro (4x114,3)
-Cielo (4x114,3)
-CRV (5x114,3)
-Odyssey (5x114,3)
-HRV (5x114,3)
-Elysion (5x114,3)
-Legend (5x114,3)
-Jazz (4x100)
-Stream (5x114,3)
-New CRV (5x114,3)

Hyundai :
-Atoz (4x114,3)
-accent (4x114,3)
-coupe (4x114,3)
-Trajet (5x114,3)
-Avega (4x114,3)

Isuzu :
-Panther (lama) (4x114,3)
-Panther (baru) (6x139,7)

KIA :
-Carnival (5x114,3)
-Carens (4x114,3)
-Sportage (5x114,3)
-Visto (4x100)

Mazda :
-Lantis/Familia (4x100)
-E2000 (4x114,3)
-RX8 (5x114,3)
-323 (4x114,3)
-626 (4x114,3)
-Mx-6 (5x114,3)
-Astina (4x114,3)
-Rx7 (5x114,3)

Mercedes-Benz :
-Dari A sampai S class (5x112)

Mitsubishi :
-Lancer (lokal) / (Old) (4x114,3)
-Galant (4x114,3)
-Kuda (5x114,3)
-L300 (5x114,3)
-L200 (5x114,3)
-Lancer evolution (versi lokal) (4x100)
-Lancer Evolution (CBU) (4x114,3)
-T120s (4x114,3)

Nissan :
-Xtrail, Serena (5x114,3)
-Cefiro (4x114,3)
-Grand Livina (4x114,3)

Opel :
-Blazer (6x139,7)

Peugeot :
-405, 306, 206 (4x108)
-504, 505, 604 (4x140)

Suzuki :
-Baleno (4x100)
-Esteem (4x100)
-Escudo 2.0 (5x139,7)
-APV (5x114,3)
-Vitara, sidekick (5x139,7)
-Swift (4x100)
-Aerio (4x100)
-Katana (5x139,7)
-Amenity (4x114,3)
-Grand Vitara (5x114,3)

Timor :
- S515 /i (4x100)

Toyota :
-Avanza (4x114,3)
-Corolla Great, All New, Twincam (4x100)
-Corolla Altis (4x100)
-New Corolla Altis (5x100)
-Vios (4x100)
-Kijang Super & Kapsul (4x114,3)
-kijang Innova (5x114,3)
-Alphard (5x114,3)
-Starlet (4x100)
-landcruiser (6x139,7)
-Rush (5x114,3)
-Yaris (4x100)
-Celica (5x100)
-Wish (5x100)
-Harrier (5x114,3)
-Crown (5x114,3)
-Fortuner (6x139,7)
-Corona Absolute (5x100)

Volvo :
-(5x108)

Minggu, 17 Mei 2009 08:00

Honda turut menghijaukan Jakarta

22 Juni  2009

Pelaksanaan “Hijau Jakartaku 4” Bersama Honda

Jakarta,  PT. Honda Prospect Motor (HPM) selaku pihak ATPM mobil Honda di Indonesia kembali menunjukkan kepedulian dan konsistensinya dalam menjaga kelestarian lingkungan di DKI Jakarta dengan melaksanakan program “Hijau Jakartaku 4”.

Program bertema “Hijau Jakartaku” ini merupakan program tahunan yang sudah dilaksanakan pihak PT. HPM sejak tahun 2005. Dalam programnya kali ini dilakukan dengan menanamkan 1.731 batang pohon di sepanjang sisi jalur ganda rel kereta api mulai dari Pejompongan sampai Permata Hijau yang membentang sepanjang 2.608,5 meter. Jumlah pohon yang ditanam di jalur ini sesuai dengan jumlah angka penjualan mobil Honda di ajang 16th Indonesian International Motorshow 2008 lalu.

Jenis pohon yang ditanam diarea ini adalah pohon Syzigium oleina, Jatropa integerrima dan Arachis pintol. Jenis pohon dipilih karena berfungsi sebagai penghasil oksigen serta penyerapan karbondioksida dan nitrogen yang tinggi dan dianggap paling aman serta sesuai dengan karakter lingkungan sekitar lahan penanaman karena bentuk pohon jenis ini tidak akan melebar dan dapat menambah keteduhan serta keindahan kota.

Dalam mewujudkan program ini PT.HPM tidak terlepas dari kerjasamanya dengan Dinas Pertamanan DKI Jakarta, Direktorat Kereta Api dan PT. Kereta Api (Persero) sebagai penyedia lahan penanaman pohon. Jalur ganda kereta api Pejompongan – Permata Hijau ini dipilih sebagai lokasi penanaman karena banyaknya pohon berusia tua bercabang lebar yang rawan roboh disepanjang jalur ini.hingga sangat berbahaya bagi jalur lalu-lintas kereta api maupun kendaraan lain yang melintas.

Pada pelaksanaan dan peresmian program “Hijau Jakartaku 4 ini, dilakukan juga penanaman pohon secara simbolis oleh President Director PT HPM, Yukihiro Aoshima; Marketing and After Sales Service Director, PT. HPM, Jonfis Fandy; Dirjen Perkeretaapian, Tunjung Indrayana; Dirjen PT Kereta Api, Ignatius Yonan dan Kepala Dinas Pertamanan DKI Jakarta, Ery Basworo. Selama menjalankan program ini dari tahun ke tahun, secara total hingga saat ini PT. HPM telah menanam sebanyak 6.634 pohon diberbagai wilayah kota Jakarta.

 
Sumber :  Iman  

Minggu, 17 Mei 2009 07:56

GM Indonesia Garap Taksi dengan Strategi

07 Juli  2009

GM Indonesia Garap Taksi dengan Strategi

PT General Motor Autoworld Indonesia (GMAWI) kemarin meluncurkan sedan Chevrolet Lova dengan menggelar acara Taxi Gathering Chevrolet Lova di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta. GMAWI serius menggarap pasar taksi dengan target penjualan mencapai 900 unit tahun ini dengan patokan harga umum Chevrolet Lova 1.4 M/T adalah Rp 135 juta OTR.

“Sejak tahun 2008 lalu kami serius menggarap pasar taksi.Sampai saat ini kami mampu menjual 1.200 unit Kalos. Saya yakin dengan Chevy Lova kami dapat meraih market share dua kali lipat dari tahun lalu dari 7% menjadi 15%,“ ujar Managing Director GMAI Mukiat Sutikno. Mukiat menambahkan bahwa menjual Chevy Lova sebagai taksi adalah penetrasi pasar yang efektif.

Pedang bermata 2
Dengan menggarap pasar taxi memang secara otomatis penjualan Chevrolet Lova langsung masuk ke "pasar grosir" dan angka penjualan pasti naik signifikan begitu ada permintaan dari para pengusaha taxi. Namun menyandang status "mobil taxi" bukan berarti selalu manis didengar oleh end users. Banyak yang enggan membeli mobil taxi dengan alasa malu atau yang lainnya.


Nice strategy boss....
Namun GMAWI juga sudah mempertimbangkan itu, sehingga Chevrolet LOVA adalah versi yang sama persis secara spesifikasi dengan Kalos LS,  dan LOVA secara khusus akan diperuntukkan sebagai andalan GMAI di pasar Taksi nasional. “Kalos akan dikonsentrasikan pengembangan pasarnya khusus untuk ritel sedangkan Lova khusus untuk pasar Taksi,” beber Mukiat. Nice strategy boss....

Dihadiri oleh sejumlah pengusaha taksi nasional acara peluncuran ini juga dimeriahkan oleh grup band lawas Kla Project.

Minggu, 17 Mei 2009 07:52

Knalpot

14 Juli 2009

Knalpot

Sampai sekarang pabrikan mobil Jerman terkenal dengan kualitasnya. Contohnya Mercedes Benz yang telah menjadi ikon mobil mewah berkualitas di dunia. Tapi siapa sangka knalpot buatan "wong deso" ternyata bisa sampai nancap di mobil mewah tersebut?

Industri knalpot mobil di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dipercaya memasok kebutuhan produsen mobil merk Mercedez Benz karena dinilai memiliki kualitas baik ."Siapa sangka knalpot buatan saya digunakan Mercedes Benz," kata Agus Adi Atmaja, perajin knalpot di Desa Patemon-Purbalingga dengan nama Vanvolker Enterprise.

Dimulai dari kontrak pemesanan 1.000 buah @ Rp 2 juta beberapa tahun lalu, kini Benz minta tambahan 1.000 unit lagi untuk mobil seri terbarunya.

Selain melayani pesanan Mercy, knalpot buatan Agus juga dijual untuk masyarakat umum di berbagai kota Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Untuk pasar lokal dijual pada kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 250 ribu per unit.

Sumber: Tempo ( Andre Alexander   )

Minggu, 17 Mei 2009 07:49

Ajang Belanja di Oto Bursa 2009

04 Juli 2009


Ajang Belanja di Oto Bursa 2009

Event bursa otomotif tahunan bertema “Otobursa Tumplek Blek” yang berlangsung 2 hingga 3 Mei ditahun ini tetap terlaksana dan sukses menarik pengunjung. Dengan mengambil lokasi ditempat yang sama dengan tahun sebelumnya yaitu di Parkir Timur, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari pertama saja area event ini sudah dihiasi pemandangan antrian tiket masuk yang dihargai Rp.20.000 untuk per orang.

Sama seperti tahun sebelumnya, event ini diisi dengan stand maupun lapak dari para penjual produk-produk otomotif baik roda dua maupun roda empat baru maupun bekas sampai dengan harga yang lumayan lebih murah dari harga normalnya. Selain itu di Otobursa Tumplek Blek 2009 juga ada bursa motor dan mobil bekas.

Berjuang melawan panas
Meskipun event berlangsung di lapangan outdoor dengan matahari yang terik tetapi pengunjung tetap antusias untuk berbelanja ataupun hanya sekedar window shopping. Dari pantauan tim SO tidak sedikit pengunjung yang pulang dengan menenteng “mainan baru”.


Gue jual deh biar gak ada untungnya
Tim SO juga tidak sengaja mendengar sebuah percakapan lucu antara penjual dan pembeli yang kurang lebih “Sudah dibanting harga ini pak. Sudah harga modal. Mendingan gue gak ada untung deh daripada gue repot bawa pulang lagi barang-barangnya”. Hahaha.... maklum juga sih, soalnya barang dagangan orang itu adalah mesin copotan dari Mercedes. Tahu sendiri gedenya seberapa.

Untuk memberikan kenyamanan pengunjung, di area event juga terdapat Kid Zone dan Food Court. Sebagai hiburan, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, atraksi gilas mobil oleh mobil-mobil monster dan aksi freestyle menjadi tontonan yang paling ditunggu-tunggu.

Minggu, 17 Mei 2009 07:44

Corolla Altis 2.0V Menjadi Andalan Toyota di Pasar 2009

07 Juli 2009

Minggu, 10 Mei 2009 15:52

Hindari Masalah Kopling Selip

13 Juli  2009